Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh
Alhamdulillah kita berjumpa lagi dengan tamu agung, bulan suci Ramadlan.
Bulan suci Ramadlan adalah bulan penuh berkah, bulan penuh pengampunan.
Pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan iblispun dibelenggu.
Mari kita sambut dan ucapkan selamat datang kepada ratunya bulan ini.
Mudah-mudahan kita semua dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan melaksanakan ‘ibadah puasa dan ‘amalan-’amalan sholeh lainnya dengan sebaik-baiknya. Selamat menjalankan ‘ibadah puasa dan amal sholeh lainnya. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua. Mohon ma’af lahir dan bathin.
——————————————————–
Bismillaahirrahmaanirrahiim
“Mekar-Mekarlah Selalu Melatiku”
************************************
Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Al Israa 17:82)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa
mereka akan kembali kepada_Nya.
(QS. Al Baqarah 2:45,46)
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada
Kamilah kamu akan dikembalikan. (QS. Al Anbiya’ 21:35)
Dari Shuhaib r.a. katanya Rasulullah Saw bersabda:
Sungguh mengagumkan orang-orang mukmin karena
pekerjaannya semua baik. Yang demikian tidak akan
terdapat pada orang lain kecuali hanya pada orang
mukmin, karena apabila dia berhasil dia bersyukur. Dan
apabila dia ditimpa musibah dia sabar, itulah rahasia
kebaikannya. (HR. Muslim)
*****
Nisa asyik membaca surat-surat sahabatnya, ada
berbagai warna duka di sana; duka difitnah saudara
sendiri, duka bingung memilih pendamping, duka karena
dizalimi suami, duka karena ayah menduakan istri, duka
karena ditinggal pergi, duka karena merasa tak sanggup
menghadapi kemelut hidup ini, masya Allah..
Sejenak ia termenung, menatap lepas keluar jendela
kamarnya, ada ribuan bunga dan Kuntum Melati di sana,
dalam hati ia berkata “Subhanallah.. betapa indahnya
Engkau warnai Ciptaan-Mu ini Ya Allah. Seandainya saja
mereka mengerti bahwa Engkau sedang mencoba dirinya,
tentunya mereka akan tersenyum dan kembali merindukan
pertolongan-Mu”.
Kemudian Nisa beranjak dari kursinya, mengambil wudhu,
shalat dan mengaji, barulah ia kembali menghampiri
Melati-Melatinya. Menulis sepucuk surat untuk mereka,
*****
“Mengapa harus bersedih duhai Melatiku ?, bukankah
sebentar lagi Ramadhan menjelang ?. Betapa Allah
hendak memuliakanmu dengan jamuan-Nya yang terindah,
merasakan kenikmatan hidup di bulan barokah.
Wahai Melatiku sayang.., bukankah dengan Maha Pengasih
dan Maha Penyayang-Nya, Ia telah berfirman:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada
Kamilah kamu akan dikembalikan. (QS. Al Anbiya’ 21:35)
Betapa kita harus bersyukur masih diberikan-Nya
kesempatan untuk hidup, bukan ?
Betapa kita harus bersyukur masih diberikan-Nya cobaan
untuk menguji kadar keimanan kita,
Betapa kita harus bersyukur masih diberikan-Nya
kesempatan untuk meraih derajad taqwa.
Subhanallah.. Maha Besarnya Allah.
Wahai Malatiku, jikalau hati ini diibaratkan air di
dalam gelas, jangankan terumbu karang, ikan kecilpun
tak akan sanggup kita menampungnya. Namun jikalau hati
itu diibaratkan samudra, jangankan terumbu karang,
ikan paus yang besar sekalipun, tidak menjadi soal
untuk kita. Betapa indahnya perumpamaan itu bukan..?
Karena itu duhai Melatiku, milikilah hati seluas
samudra. Bagaimana untuk memilikinya ?
Dengan mengkaji Al Qur’an !,
Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Al Israa 17:82)
Melati, sebagai seorang abdi (hamba Allah), kita sadar
akan betapa lemahnya kita dalam menghadapi liku-liku
kehidupan ini, namun percayalah !, Yang menciptakan
kita tak akan pernah mencoba di luar batas kesanggupan
kita.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya.
(QS. Al Baqarah 2:286)
Karena itu bersabarlah karena engkau telah mengetahui
sedikit rahasia Allah.
Innallaaha ma ‘as shaabiriin (Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar).
(QS. Al Baqarah 2:153)
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan
melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak
dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang
mempunyai keuntungan yang besar.
(QS. Fushshilat 41:35)
Dan dari sini terungkap pula kenapa Rasul kita
senantiasa shalat jika Beliau menghadapi ujian yang
berat, yang tak mampu Beliau pecahkan.
Kita merasakan Allah begitu dekat ketika kita sedang
shalat, bukan ?!
Betapa tidak, anggota tubuh kita yang paling atas kita
letakkan ke bawah, tunduk bersujud mengharap
pertolongan-Nya, sadar akan kehinaan dan
ketiadaberdayaan kita.
Yach.. shalat adalah mi’rajnya orang mukmin.
Dengan shalat kita serahkan semuanya kepada Allah, tak
sanggup kita memikulnya sendiri melainkan memohon
kepada Zat yang Maha Mencipta untuk memberikan
hidayah-Nya kepada kita.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa
mereka akan kembali kepada_Nya.
(QS. Al Baqarah 2:45-46)
Hatimu akan tenang, hatimu akan damai dan tentram,
Melatiku, Percayalah !
Berdo’alah dengan penuh harap dan keyakinan
kepada-Nya,
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang
sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan
kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri
maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir. (QS. Al Baqarah 2:286)
Tanpa terasa air mata kitapun menetes, menyesal akan
segala dosa yang kita perbuat, menangis akan kerinduan
kita untuk bertemu dengan-Nya, menangis karena takut
akan murka-Nya.
Tiada suatu yang lebih Ku-sukai dari dua tetesan yaitu
tetesan darah yang tumpah karena jihad fisabilillah
dan tetesan air mata yang mengalir karena rasa takut
dan rindu kepada Allah. (HR. Turmudzi)
Dan kematian itu, jadikan ia teman setia yang selalu
engkau kenang, berusahalah untuk mempersiapkan diri
jika sewaktu-waktu Allah memanggilmu pulang.
Apapun akan kita lakukan, badai taufanpun akan kita
terjang, asalkan Allah ridha kepada kita, bukan ?!..
Jika kita baik wahai Melatiku.., kita akan mampu
mewarnai dunia ini dengan kedamaian.
Yach.. hanya dengan kekuatan cinta pada Allah, kita
akan mampu merubah segalanya..
Melahirkan generasi-generasi yang baru, sebagai
khalifah yang memimpin bumi ini !
Karena itu, Mekar-Mekarlah Selalu Melatiku !, jangan
pernah sedih dan takut menjalani hidupmu, bukankah
Allah senantiasa bersamamu ?!
Ibarat engkau kini sedang terkena terik matahari,
betapa sakit akan sinar yang membakar, belum usai
do’amu, tiba-tiba hujanpun datang..
menyiramimu..memberikanmu kesejukan..
Subhanallah.. walhamdulillaah.. walaa ilaa ha
ilallah.. wallaahu akbar..
Betapa Maha Penyayangnya Allah kepadamu..
Kunanti jawabanmu, Melatiku..
Berceritalah tentang kebahagiaanmu di alam ini,
yakinkan pada diri bahwa hadirmu tidak sia-sia di
dunia ini !.
Nisa
*****
Surat Nisapun selesai, perlahan terdengar alunan suara
adzan, ia beranjak untuk mempersiapkan diri memasuki
bulan Ramadhan, “Apakah Ramadhan ini, jamuan
terakhir-Mu untukku ya Allah ?”.
Billaahi taufiq walhidayah
Wassalaamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh