Just Me

a woman who try to figure out what her life is

Archive for July, 2006

Doa Nabi Zakaria As.

Posted by fisan on July 26, 2006

Rabi la tadzarni fardan wa anta khairul-waritsin

“Ya Tuhanku, Janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkau adalah waris yag paling baik” (QS. an Anbiya:89)

(Hasrat Nabi Zakaria As., untuk memiliki penerus tergambar dalam doa ini. Meski usianya sudah lanjut, kepalanya dipenuhi uban, kondisi tubuhnya melemah dan istrinya mandul, Zakaria tak putus harapan akan kebesaran ALLAH untuk memberinya keturunan. Dan ALLAH pun mengabulkan doanya dengan mengaruniainya seorang putra yang bernama Yahya)

Posted in Blogroll, Daily thoughts, Muslimah, buku harian, diari, renungan | 2 Comments »

Ruhul Jadid konser di Bunderan HI?

Posted by fisan on July 16, 2006

Minggu, 16 Juli 2006, PKS mengadakan aksi lagi di Bunderan HI untuk mendukung Palestina, khususnya HAMAS dan juga Hizbullah yang sudah terang-terangan menantang perang terbuka terhadap Zionist Israel.

Aksi kali ini tanpa long march ke depan Kedutaan Besar Amerika, melainkan membuat panggung besar di depan bekas Gedung Hotel Indonesia, Bunderan HI.

Yang orasi banyak, menhujat Zionist Israel dan Amerika, membakar semangat untuk Hamas dan Hisbullah.
Bendera-bendera Israel di gelar di jalur Busway, digilas Busway yang lewat, dan juga di injak-injak oleh para peserta aksi pada saat Ruhul Jadi bernasyid membangkitkan semangat para peserta.

Berita terakhir ROKET HIZBULLAH HANCURKAN KAPAL PERANG ISRAEL, 4 SERDADU LENYAP.

Posted in Muslimah, activities, kegiatan | 1 Comment »

Ukhti…Bolehkan Kumeminta Fotomu!!

Posted by fisan on July 6, 2006

Sering kali pada saat ta’aruf,aku diminta menyertakan photo, sering aku keberatan dan disini sering kali juga membuat pihak lain mempunyai prasangka yang tidak baik, mereka pikir aku sombong, atau tidak berminat, tidak niat dan lainnya.

Akhi, mungkin bacaan ini bisa membantu aku menjawab dan menghilangkan prasangka-prasangka tidak baik tersebut…

Ukhti,…sebelum tiba ke dalam gerbang pernikahan biasanya engkau akan mengalami ihwal melihat calon pasanganmu. Baik si dia maupun engkau masing-masing ingin tahu lebih banyak tentang calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dan,..memang itu tidak salah bahkan islam menganjurkan agar calon suami ukhti melihat dirimu, karena agama kita ini adalah agama yang hanif yang tidak memuat kecurangan ataupun membuat rugi pemeluknya maka engkau akan melihat betapa sempurnanya dienmu ini.Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimu sendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karena Allah semata.

Tapi terkadang diantara engkau ya ukhti,…..dihadang pada suatu masalah ketika calonmu jauh darimu sehingga ia tidak bisa melihatmu secara langsung. Maka ia akan meminta foto dirimu. Agar bisa melihatmu dengan lebih dekat dan lebih pribadi. Atau terkadang diantara calon yang ingin melamarmu walaupun sudah melihatmu tapi masih juga menginginkan foto dirimu, maka apa yang akan engkau lakukan?? ketika calonmu mengatakan, Ya ukhti… bolehkah aku meminta fotomu??

Tunggu dulu jangan engkau beri jawaban, iya….karena dengan alasan ia ingin menikahimu maka engkau begitu mudah untuk memberikannya. Bagaimana kalau ia tidak jadi menikahimu?? bisakah engkau meminta fotomu kembali? apakah engkau yakin ia bisa menjaga amanah untuk tidak memperlihatkan fotomu kepada orang lain selain kedua orang tuanya? ah,..mungkin kau berfikiran….inikan hanya sebuah foto! masalah kecil…coba baca keterangan ulama tentang masalah ini agar hatimu tenang dan engkau tidak membuat kesalahan yang fatal.

Ukhti muslimah, sebelum aku menjelaskannya kepadamu,…maka wajib bagimu untuk mengetahui secara detail tentang hukum memandang ini (nazhar).Berangkat dari sebuah hadits mulia yang disampaikan oleh sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, siapa lagi kalau bukan beliau Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang wanita sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya“(HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu)

Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya ia melamar seorang wanita maka Rasulullah bersabda:

Lihatlah ia karena itu lebih melekatkan kalian berdua”

Dan, diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya seorang pria melamar seorang wanita, lalu beliau bertanya, “Apakah engkau telah melihatnya?” ia berkata:”belum”. Beliau bersabda,”Pergilah dan lihatlah ia”.

Dari hadits-hadits diatas dapat kita fahami bahwa islam mensyariatkan calon suami untuk melihat wanita yang akan dinikahinya.Karena sungguh faidahnya yang besar yaitu akan membawa kepada kedekatan diantara kedua belah fihak. Masing-masing akan tahu kelebihan dan kekurangan calon pasangannya.

Tentang masalah memandang ini maka engkau akan dapati perbedaan pendapat dikalangan ulama. Menurut jumhur ulama, “Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya”,akan tetapi mereka tidak diperbolehkan melihat kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya”. Sedangkan Al-Auza’i mengatakan:”Boleh melihat pada bagian-bagian yang dikehendaki, kecuali aurat”. Adapun Ibnu Hazm mengatakan:”Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya”. Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal lain.

pertama, seperti yang diungkapkan jumhur ulama

kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat

ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab).

Jumhur ulama juga berpendapat: “Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamarnya (secara sembunyi-sembunyi)”. Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.

Setelah engkau mengetahui dalil tentang hukum memandang (nazhar) yang akan dipinang maka kita kembali kemasalah diatas yaitu ketika ia berusaha untuk meminta foto dirimu, dengan berbagai alasan yang dia ungkapkan kepadamu agar engkau memberikannya. Ya,..mungkin hati kecilmu akan mengatakan hanya sebuah foto,…tidak apa-apa! mungkin engkau telah siap memasukkannya dalam sebuah amplop untuk diberikan kepadanya, foto terbaik yang ada padamu atau bila engkau sama sekali tidak memilikinya maka engkau mungkin akan beranjak pergi ke studio foto agar mereka bisa mengambil gambarmu…

Baiklah,..ukhti muslimah saudaraku fillah,…mari kita simak fatwa dari ulama kita tentang masalah ini,..sungguh aku berharap kepadamu setelah engkau mengetahuinya maka engkau aka berubah fikiran.Inilah jawaban beliau dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya (semoga Allah merahmatinya).Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin,”Apakah aku boleh meminta foto wanita yang aku pinang untuk dilihat?”

Maka beliau menjawab: TIDAK BOLEH, karena beberapa sebab:

1. Kemungkinan foto tersebut akan disimpan oleh pelamar, meski ia tidak jadi menikah.

2. Foto tersebut tidak bisa mewakili keadaan orang yang sebenarnya, karena terkadang rupa yang bagus menjadi jelek atau sebaliknya (menjadi bagus) disebabkan foto.

3. Tidak pantas bagi seorangpun untuk memberikan peluang kepada orang lain mengambil foto salah satu anggota keluarganya, baik anak wanita, saudara wanita atau yang lain. Hal tersebut tidak boleh karena megandung fitnah. Boleh jadi foto tersebut jatuh ketangan orang-orang yang fasik, sehingga anak-anak wanita kita akan menjadi bahan tontonan. Jika ia berwajah cantik ia menjadi fitnah bagi banyak orang, namun jika ia berparas kurang rupawan maka ia akan menjadi bahan cercaan orang.(Fatwa Ibnu Utsaimin 20/810)

Jelaslah sudah nasehat yang disampaikan ulama kepada kita, semuanya untuk kemaslahatan kita, para muslimah agar terhindar dari fitnah. Karena itu, bila calonmu meminta fotomu maka kini engkau telah tahu jawabannya. Semoga engkau tidak tertipu oleh bujuk rayunya. Jadilah wanita mulia yang terhormat, Sungguh bila engkau perhatikan , hanya dienmu ini (islam) yang mengangkat derajatmu dan memuliakan dirimu. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, para istrinya dan keluarganya dan sahabatnya hingga hari akhir.Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Sumber rujukan:

1. Fiqh Wanita, hal :399-340, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Al-Kautsar,Jakarta, 1999M.

2. Fatwa-fatwa Muslimah,hal : 253-254,Darul Falah, Jakarta,200M

3.Fatawa Liz Jauzain, Hal:23-24, Media Hidayah, Jogjakarta,2003M.

Posted in Blogroll, Daily thoughts, Muslimah, buku harian, diari, kegiatan, renungan | 1 Comment »

Tips Bertengkar

Posted by fisan on July 5, 2006

Mengutip dari email yang aku terima tips bila suami isteri bertengkar.

  • Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah

Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama’ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika seorang marah dan saya mau menyela, segera ia berkata “STOP” ini giliran saya !

Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : “kamu makin cantik kalau marah,makin energik …” Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramalsholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yangdikasihi… “duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimumenjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ….”

Demikian juga kalau pas kena giliran saya “yang olah raga otot muka”, saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :) .

Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama’ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama’ah selain marah :)

  • Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa (maksudnya masa lalu kita)

Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya.

Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah “ungkapan rindu yang keras”. Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah,maka itu adalah “harapan ingin disayangi lebih tinggi”. Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan “Sudah tidak suka lagi ya dengan saya”, maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah … OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini …..

  • Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga

Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran,seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).

Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah “awal cinta yang panas ini”.

Kata ayah saya : “Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak”. Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma’afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..”. Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

  • Kalau marah jangan di depan anak-anak.

Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu ‘kan bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

* Ibu : “Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!”

* Bapak : “Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda????!!!!

* Anak : “…… Yaaa …ibu saya babu, bapak saya kuda …. terus saya ini apa ?”

Kita harus berani berkata : “Hentikan pertengkaran !” ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan.

Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita ???

  • Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat.

Pada setiap tahiyyat kita berkata : “Assalaa-mu’alaynaa wa ‘alaa’ibaadilahissholiihiin” Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh …. Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal nyawamu ditangan Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi …. Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya … Atau habis isya sebatas….??? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar … :)

  • Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema’afkan,

Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah “proses belajar untuk mencintai lebih intens” Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

Ini saja, semoga bermanfa’at, “Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi”.

*Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar tapi bodoh*

Posted in Blogroll, Daily thoughts, renungan | 4 Comments »

Pertengkaran

Posted by fisan on July 4, 2006

Selama hidupku, aku sering sekali melihat pertengkaran kedua orang tuaku. Tapi pertengkaran kedua orang tuaku sih gak seperti di sinetron indonesia loh. Hanya sebatas pertengkaran mulut selisih paham mengenai sesuatu yang prinsip.

Kalau ibuku mulai marah-marah dan ayahku gak pernah mo denger protesnya ibu. Jadi pada saat ibuku lagi ngomel, ayahku pergi jalan atau diam saja, dan ini yang membuat ibuku tambah frustasi. Biasanya yang jadi limpahan kekesalan yah ke anaknya, dan kebetulan anak yang paling sering ada dirumah, yah aku ini. Dulu sering berpikir, apa sih enaknya menikah kalo cuma bertengkar terus… hmmm…
Setelah aku dewasa, aku dapat menganalisa, kalo pertengkaran yang sering terjadi diantara orang tuaku adalah karena ayahku sering meremehkan pendapat ibuku, sedangkan ibuku walaupun hanya seorang ibu rumah tangga tetapi mempunyai ambisi yang sangat besar untuk keluarganya dan selalu menganggap ayahku tidak punya ambisi sebesar dia.

Beberapa hari yang lalu aku baca dari sebuah milis berjudul “Jangan Lepaskan Cinta”. Ada 2 alinea yang ingin kukutip, yang ternyata dapat mengubah cara berpikir dan cara pandangku dalam memandang suatu pertengkaran antara suami istri.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan, sampai masalah besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu tidak ada artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari. Ketika saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik kendaraan kami walaupun dia tetap marah.

Tapi apapun yang terjadi kami tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi kami mengikatkan diri dalam Cinta kami.Saya dapat bertengkar dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami lebih besar dari keegoisan kami masing-masing.

Nah, pas lagi baca-baca buku “Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan” dihalaman 201 ada suatu cerita yang oleh penulisnya dikutib dari buku “Lelaki Shalih” tulisan Ustadz Abu Muhammad Jibril, aku kutip yah disini..

Datanglah seorang laki-laki ke rumah Khalifah ‘Umar ibn Al Khathab untuk mengadukan kelakuan isterinya. Beberapa saat lamanya ia menunggu di depan pintu rumah, kemudian ia mendengar suara isteri Amirul Mu’minin sedang menghamburkan kata-kata kasar kepada suaminya. Tetapi ‘Umar dian dan tidak menyahut. Lelaki itupun berundur, melihat kepada dirinya dan berkata,”Khalifah saja diperlakukan seperti itu, apalagi aku”

Tak lama kemudian Umar pun keluar. Laki-laki itu dipanggil dan ditanya ”Apakah tujuan kedatanganmu?”. ”Ya amirul Mu’minin..”, ucapnya sendu. ”Aku datang untuk memberitahukan perihal isteriku. Ia sangat cerewet dan suka mengucapkan perkataan kasar kepadaku. Akan tetapi, aku telah mendengar sendiri, bahwa isteri anda sama dengan isteriku. Lalu akupun berpikir, kalau isteri Amirul Mukminin begitu, apatah lagi isteriku..”.

”Adapun aku..”, kata ’Umar,”Aku tabah dan sabar menghadapi kenyataan itu karena ia menunaikan kewajiban-kewajiban dengan baik. Dialah yang memasak makananku, dia yang membuatkan roti untukku, dia yang mencuci pakaianku, dia yang menyusui anak-anakku.., padahal itu bukan kewajiban sepenuhnya.” ”Dan dia juga yang menentramkan hatiku sehingga aku dapat menjauhkan diri dari perbuatan haram. Karena itulah aku tabah dan sabar mendengarkan apa saja yang dikatakannya mengenai diriku..”

Dari dua kutipan diatas, aku berpikir bahwa dalam suatu pertengkaran, suami dan istri harus tetap saling menghargai peranan pasangannya dan mengingat kembali pengorbanan yang telah dilakukan pasangannya untuknya.

Kedudukan seorang suami dan istri adalah setara bila perkawinan itu dilandasi oleh cinta dan berapa besar arti pasangannya dalam kehidupannya.

Sangat dibutuhkan pengertian antara suami istri, kesabaran dalam menghadapi pasangannya dan saling mensyukuri adanya pasangan di samping kita sebagai anugerah yang telah Allah berikan.

Eh, bener gak sih pikiranku ini, sok tau nih, padahal aku khan belum nikah…

Iyah sih aku belum nikah, tapi khan kutipan yang aku ambil itu berdasarkan kisah dari yang sudah berpengalaman, aku cuma ambil kesimpulan. Tapi ada juga ding.. pengalamanku.. walaopun cuma dengan status sebagai victim dan viewer dari pertengakaran orang tuaku.

Posted in Blogroll, Daily thoughts, Muslimah, buku harian, diari, renungan | 2 Comments »

Taubat

Posted by fisan on July 3, 2006

… Dan jangan kalian berputusasa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputusasa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kafir (Yusuf 87)

Hmm… sering bila ada orang yang memujiku bahwa aku adalah Muslimah yang solehah, aku selalu menampiknya dan kukatakan bahwa aku adalah perempuan yang pernah berbuat dosa dan apa yang aku perbuat dulu telah ku tobatkan tapi aku tak yakin kalau ALLAH telah memaafkanku.

Dan sekarang aku tersadar bahwa aku telah mendzalimi diri sendiri dan su’udzon terhadap Allah. Padahal tadinya kupikir aku ingin bersikap jujur dan tidak ingin menipu orang lain dengan penampilanku dan pikiran mereka.

Sungguh sangat tercelanya aku yang telah membuka aib sendiri padahal ALLAH telah menutupnya.

seorang bapak yang polos ingin menikahkan putrinya, lugu bertanya pada ‘Umar ibn Al Khaththab, Amirul Mukminin. “Haruskah kukatakan pada calon suaminya, bahwa putirku ini pernah berzina?”"Celaka engkau!”, kata ‘Umar. “Apakah engkau ingin membuka apa yang telah Allah tutup?” dikutip dari buku “Nikmatnya Pacaran setelah pernikahan” hal. 103

Ya Allah, ampuni aku yang bodoh dan kurang ilmu ini, segala yang kulakukan hanya untuk mendapatkan ridha MU, ya Allah..

Jangan Kau ambil hidayah yang telah Kau berikan padaku, dan sungguh hanya kasih Mu dan ampunan Mu yang kuminta.

Tetapi, sungguh Engkau Maha Besar, dari segala yang aku punya kini dan yang kujalani dalam hidup ini adalah bukti dari Ridha Mu dan Ampunan Mu.

Telah kurasakan besar Kasih Mu, Ya Allah, tetapi aku malu, karena aku kadang masih sering melupakan Mu. Aku masih sering khilaf.

Ampuni dan maaf kan aku Ya Allah…

Posted in Blogroll, Daily thoughts, Muslimah, buku harian, diari, renungan | 2 Comments »

Khaybar,Khaybar Ya Yahud! Jaysh Muhammad sawfa ya‘ud!

Posted by fisan on July 2, 2006

Wajib Hadir,Ahad,020706 pkl.07.00 seluruh kader,simpatisan,rakyat jakarta u hadir dlm acr ISTIGHFAR & TAUBAT NASIONAL di Istiqlal pakaian n jilbab putih berlambang PKS, dilanjutkan LONGMARCH ke US u. save palestine siapkan infaq 10.000, bawa ikat kepala hitam & segenggam tissue u. lempar jumroh, sebarkan

Pagi-pagi dah janjian sama temen mo berangkat ke istiqlal,  untung bisa bangun nih padahal malam sebelumnya tuh abis begadang nonton Jerman – Argentina yang akhirnya dimenangin tim favorit ku dengan adu penalti. Trus semalam juga begadang lagi, nonton Inggris lawan Portugal, Inggris kalah (cihuuuuyyy!) dengan adu penalti juga.

Di Istiqlal kita doa bersama, beristighfar dan mendoakan saudara-saudara setanah air yang sedang dilanda bencana alam. Jogja yang terkena gempa bumi dan gunung meletus, kalimantan dilanda banjir besar karena banyak penebangan hutan, dan Surabaya yang sedang dilanda banjir lumpur. Dan tak lupa mendoakan Saudara-saudara kita yang di Palestine, dimana mereka sudah tidak memiliki listrik untuk menyimpan bahan makanan dan menghangatkan badan disaat malam tiba. Israel telah menghancurkan pusat tenaga listrik mereka, membom dan menembaki rakyat palestine, menculik pemimpin-pemimpin rakyat. Sudah begitu, rakyat dunia masih tetap bungkam!!!

Ya ALLAH berikanlah kekuatan kepada Saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah dan diperangi oleh para kaum Kafir terutama berikan mereka kekuatan Iman…

Jangan pernah tinggalkan mereka Ya ALLAH…

Berikanlah mereka kehangatan pada saat mereka mengerang kedinginan dan kesakitan, peluk mereka Ya ALLAH dan kasihi mereka…

Sungguh aku marah pada diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya bisa melihat dan mencaci…

Ya ALLAH maafkan diriku ini, yang hanya bisa ikut berdoa dan bersimpati dengan berjalan kaki ke kedutaaan Amerika dan mencaci mereka…

Para peserta dari Istiqlal setelah doa bersama melanjutkan berjalan kaki memutari Monas menuju kedutaan besar Amerika, sepanjang jalan seluruh peserta berteriak “Khaybar! khaybar ya yahud!  Jaysh Muhammad sawfa ya‘ud!!”

Setelah sampai di depan Kedutaan, kita semua melempar  jumroh berupa gulungan tissue ke lambang-lambang Israel dan Amerika sambil berteriak “ALLAHU AKBAR!”

Ya ALLAH dengarkanlah doa kami, dengarkanlah teriakan kami memujiMU Ya ALLAH! Berikanlah kami kesabaran menunggu kemenangan yang ENGKAU janjikan…

Posted in Blogroll, Muslimah, activities, buku harian, diari, kegiatan | Leave a Comment »

Seminar

Posted by fisan on July 1, 2006

jam 9 pagi, berangkat ke seminar “Pandangan Hidup Islam sebagai Fondasi Epistemologi Islam” penyelenggaranya Insist (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization) dengan Pembicara :

  1. Pandangan Hidup Islam Sebagai Fondasi Epistemologi Islam, oleh Hamid Fahmy Zarkasyi, MA, M.Phil (Direktur INSISTS, Direktur CIOS [The Center for Islamic and Occidental Studies] ISID Pondok Modern Gontor)
  2. Epistemologi Barat dan Islam, oleh Adnin Armas, MA (Direktur Eksekutif INSISTS)
  3. Islamization of Science, oleh Dr. Adi Setia (Dosen di Universitas Antarbangsa Kuala Lumpur)

Moderator: Adian Husaini, M.A (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)

Materinya secara keseluruhan sih sangat berat, tapi misi dibalik seminar ini sungguh sangat bagu yaitu bagaimana mengislamisasi sains.

Memang pada Zaman Khilafah, sains islam sangat berjaya, bahkan beberapa sains dunia bersumber pada sains islam. Tetapi mengapa pada jaman modern ini islam sangat ketinggalan dengan barat. Barat menjadi kiblat sains seluruh dunia.

Padahal di Barat sendiri sekarang sains mulai mencari dan menggali sains islam itu sendiri, dimana justru islam terutama indonesia sibuk meniru barat.

Dari banyaknya bencana alam di Indonesia, bisa menjadi contoh betapa tidak islaminya sains di Indonesia. Penebangan hutan di lakukan dengan tidak memperhitungkan kepentingan alam. Penggalian sumber bumi habis-habisan tanpa melihat adanya isi perut bumi yang meluap keluar. Pemakaian listrik yang boros, sehingga defisit tenaga listrik, dan lain-lain.

Yang paling menyedihkan, sekarang ini pusat ilmu pengetahuan dan pendidikan islam di ASEAN ada di Malaysia padahal dulu orang-orang Malaysia mencari dan belajar Islam dari Indonesia, mendatangkan guru-guru ke Malaysia dari Indonesia. Sekarang, Indonesia justru ketinggalan jauh untuk masalah pendidikan dari Malaysia. Pemerintah setiap tahun sibuk mengurus kurikulum yang tidak kunjung beres dan sempurna.

Kualitas anak-anak sekolah Indonesia menjadi buruk justru karena pertauran dan kurikulum pemerintah bukan karena kebodohan dan kemalasan anak-anak itu sendiri…

Kapan yah, Pendidikan di Indonesia bisa membanggakan dan menghasilkan Ilmuwan-ilmuwan Islam yang sangat berperan penting dalam kemajuan tekhnologi dunia?

Posted in Blogroll, Muslimah, activities, buku harian, diari, kegiatan | Leave a Comment »